Pengenalan SOP dan Trainer Pengajaran Metode Yanbu’a bagi Guru TPQ di Desa Watukelir
Pada hari ini (Selasa, 20 Agustus 2024) di Mushola Laa Tansa Hayya Alasollah, Desa Watukelir, pukul 14.00 WIB, dilaksanakan kegiatan pengenalan Standar Operasional Prosedur (SOP) proses pembelajaran dan pelatihan metode pengajaran Yanbu’a untuk seluruh guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di desa tersebut. Program ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKNR_15) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penyampaian materi Al-Qur’an kepada anak-anak di Desa Watukelir.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk memohon kelancaran dan keberkahan atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan tunggal dari Mas Hidayaturahman, selaku koordinator desa KKNR_15. Dalam sambutannya, Mas Hidayaturahman menekankan pentingnya kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda, serta mengapresiasi partisipasi aktif para guru TPQ yang hadir pada hari ini.
Acara inti pada kegiatan ini adalah pengenalan SOP proses pembelajaran di TPQ dan pelatihan penggunaan metode Yanbu’a sebagai salah satu metode efektif dalam pengajaran Al-Qur’an. SOP ini diharapkan mampu memberikan pedoman yang jelas dan terstruktur bagi para guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang berkualitas dan sistematis. Selain itu, dengan menggunakan metode Yanbu’a, diharapkan para guru mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an santri secara lebih efektif dan efisien.
Pelatihan yang dipimpin oleh tim trainer berpengalaman ini disambut dengan antusias oleh para peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktek langsung terkait penggunaan metode Yanbu’a dalam pengajaran sehari-hari. Interaksi yang aktif antara peserta dan trainer membuat suasana pelatihan menjadi hidup dan penuh semangat.
Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan harapan agar ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan dengan baik di masing-masing TPQ. Para guru diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mengajar, sehingga anak-anak di Desa Watukelir dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan fasih dalam membaca Al-Qur’an.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para mahasiswa KKNR_15 berharap kontribusi mereka dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pendidikan agama di Desa Watukelir. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan TPQ di desa ini dan dapat diikuti dengan program-program peningkatan kualitas pendidikan lainnya di masa depan.
